Sejarah Asuransi Indonesia yang Sudah Tidak Lagi Muda

Jika melihat lagi tentang sejarah asuransi, sebenarnya usia dari jenis konsep usaha semacam ini tergolong sudah tidak muda lagi. Karena sebenarnya secara global, konsep asuransi sudah hadir di tengah masyarakat semanjak masa kerajaan romawi atau diperkirakan sekitar tahun 215 sebelum Masehi. Di masa itu pemerintahan Kerajaan Romawi dipaksa oleh para supplier persenjataannya untuk menggunakan konsep perlindungan resiko kerugian atas bahaya yang mungkin terjadi selama barang-barang tersebut dalam muatan.

Karena, kemungkinan adanya penyerangan dari pihak musuh ketika shipping persenjataan tersebut sangat mungkin terjadi. Meskipun istilah yang digunakan bukanlah asuransi, namun dari konsep yang digunakan, sebagian besarnya sudah merujuk pada bagaimana asuransi modern saat ini berjalan. Selainsejarah tua tersebut, masih terdapat banyak sejarah mengenai perkembangan asuransi di seluruh dunia.

Di Indonesia pun asuransi sudah dikenal cukup lama, yaitu ketika masa kependudukan belanda di wilayah-wilayah di Indonesia. Pada masa itu pemerintah kolonial Belanda menggunakan konsep asuransi sebagai bentuk pengamanan aktivitas perkebunan serta perdagangannya di Indonesia. Untuk mengeksploitasi kemampuan tanah Indonesia yang subur, pemerintah membuat mekanisme tersebut agar bisa mendapatkan jaminan atas hasil panen serta proses pengirimannya ke Belanda.

Pada tahun 1843, pemerintah kolonial membuat konsep asuransi atas kerugian perkebunan dan perdagangan seperti yang telah dijelaskan di atas dengan mendirikan sebuah perusahaan asuransi kerugian. Perusahaan ini berfokus pada covering resiko kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan pegangkutan barang-barang atau resiko terjadinya kebakaran. Inilah awal mula dari terbentuknya konsep asuransi di Indonesia.

Sejarah asuransi perusahaan pertama di Indonesia

Sepuluh tahun kemudian, muncul lah dua perusahaan serupa yang berdiri di Indonesia, yang kemudian sampai lebih dari enam puluh tahun kemudian salah satu perusahaan tersebut (N.V. Assurantie Mij Nederlansche Lloyd) semakin maju dan membuat anak perusahaan yang hanya berfokus pada asuransi di bidang kebakaran saja. Bahkan sebagai perusahaan asuransi pertama di Indonesia, perusahaan ini masih berdiri hingga saat ini sampai ke pelosok seluruh negeri dengan masih membawa brand name yang sama yaitu Lloyd.

Semakin berkembangnya konsep asuransi di Indonesia, membuat banyak perusahaan asuransi datang dan pergi mencoba memberikan pelaya

nan pada masyarakat. Dan pada masa penjajahan Jepang, terjadi goncangan perekonomian yang banyak mengakibatkan perusahaan asuransi gulung tikar. Salah satu yang dapat bertahan di sana adalah perusahaan O.L Mij Boemi Poetera. Yang kemudian oleh pemerintah Jepang diubah menjadi PTD Boemi Poetera yang sampai saat ini masih kita kenal sebagai salah satu perusahaan asuransi di Indonesia.

Namun pada masa itu tidak semua masyarakat di Indonesia bisa merasakan proteksi dari perusahaan asuransi. Karena hanya orang-orang dari Eropa saja yang diperbolehkan menikmati pertanggungan resiko ini. Perusahaan asuransi terus berkembang mulai dari masa itu di Indonesia hingga akhirnya berakhir masa kependudukan penjajah di Indonesia.

Pada tahun 80-an, perusahaan asuransi kembali bermunculan dengan konsep asuransi modern. Beberapa dari perusahaan tersebut juga masih berdiri hingga saat ini. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi berfokus hanya pada beberapa tanggungan resiko saja. Namun sudah bisa memberikan jaminan atas berbagai macam bentuk resiko kerugian. Pemerintah sebagai penggerak roda pemerintahan juga turut memberikan sumbangsih. Dengan mendirikan BUMN yang bergerak di bidang asuransi yaitu Askes yang saat ini sudah berganti menjadi BPJS.

Demikian ulasan sejarah perkembangan asuransi yang dimulai dari masa kerajaan Romawi hingga perkembangannya di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda. Semoga bermanfaat untuk anda.

Sejarah Asuransi Indonesia yang Sudah Tidak Lagi Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *