Perbedaan Prinsip Dasar Asuransi Konvensional Dan Asuransi Syariah

Di indonesia, sistem asuransi yang diterapkan telah diatur dalam undang-undang nomor 2 tahun 1992. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa perjanjian antara dua pihak atau lebih, yang mana pihak penanggung mempunyai tanggungan kepada pihak tertanggung. Pihak penanggung mendapatkan haknya berupa pembayaran premi yang dilakukan oleh pihak tertanggung. Dalam menjalankan bisnis asuransi konvensional, harus ada beberapa prinsip dasar yang harus diketahui.

Prinsip dasar tersebut ada enam yakni insurable interest, utmost good faith, proximate cause, indemnity, subrogation, contribution.

Insurable interest

merupakan prinsip dasar yang menyangkut pada hak mengasuransikan. Hak tersebut timbul dari suatu hubungan masalah keuangan diantara penanggung dan tertanggung yang diakui secaa hukum negara.

Utmost good faith

merupakan prinsip selanjutnya. Dalam prinsip ini, orang yang berperan sebagai penanggung harus menerangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perjanjian asuransi secara jelas, jujur dan transparan. Penanggung supaya menjelaskan secara rinci tentang lingkup dan asuransi tersebut, pembayaran, rentang waktu, kriteria klaim dan sebagainya. Sementara itu, orang yang berperan sebagai tertanggung supaya menjelaskan secara detail tentang hal yang akan dipertanggungjawabkan.

Proximate cause

juga digunakan dalam prinsip dasar asuransi. Sesua dengan prinsip ini, asuransi harus memiliki penyebab efisien dan aktif yang bisa menyebabkan timbulnya akibat tanpa intervensi pada hal yang sudah dimulai dan aktid berasal dari sumber yang independen dan baru. Prinsip indemnity adalah suatu prinsipi dasar yang menjelaskan tentang mekanisme bagi para penanggung untuk menyediakan finansial pengganti dalam rangka sebagai usaha untuk bertanggung jawab atas kerugian tertanggung.

Subrogation

Selanjutnya ada Subrogation. Subrogation merupakan pengalihan hak tuntut yang berasal dari tertanggung dan ditujukan kepada penanggug sesudah klaim dibayarkan.

Contribution

merupakan hak yang dimiliki oleh penanggung untuk mengajak para penanggung lainnya yang sedang sama-sama menanggung. Namun kewajbannya tidak harus sama pada tertanggung.
Sementara itu, prinsip-prinsip dasar asuransi syariah bermuara pada ketentuan yang tertulis dalam kitab suci umat islam, Al qur’an dan petunjuk Nabi Mohammad SAW, Al Hadits.

Berikut ini beberapa prinsip dasar dalam melakukan muammalah syariah:

  1. Asuransi syariah dibangun harus didasari dengan asas tolong menolong, kerja sama, saling menjamin dan tidak berorientasi dengan keuntungan semata. Hal ini merujuk pada sebuah ayat Al quran yang menyebutkan bahwatolong menolonglah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam urusan dosa dan permusuhan.
  2. Semua anggota yang tergabung dalam asuransi syariah harus menyetor uang sesuai dengan perjanjian awal dan diniati untuk menegakkan syariat islam. Uang yang dikumpulkan dari beberapa anggota tersebut bisa dimanfaatkan apabila ada yang membutuhkannya nanti.
  3. Asuransi syariat mempunyai sistem mudharrabah atau tabarru’. Tidak menggunakan sistem mu’awwadhah.
  4. Apabila uang yang sudah terkumpul tersebut ingin dikelola dan dikembangkan, maka harus dikelola dan dikembangkan dengan cara yang benar yakni sesuai dengan syariat islam.
  5. Tidak diperbolehkan apabila ada salah satu anggota dalam asuransi syariah yang memang berniat menyetor uang dalam jumlah yang sedikit. Dia berharap untuk mendapatkan bagian yang lebih banyak apabila dia akan terkena musibah. Uang yang diberikan kepada para anggota yang terkena musibah tetap menggunakan kesepakatan bersama.

Dalam asuransi syariah tidak terkandung riba dan gharar. Namun bernuansa kekeluargaan dan saling menguntungkan. Selain itu, dengan adanya asuransi syariah, seseorang akan terlepas dari bahaya dan dosa riba. Prinsip yang ditegakkan oleh nabi Mohammad SAW akan adanya saling menolong sesama orang islam masih terlaksana dengan baik.

Perbedaan Prinsip Dasar Asuransi Konvensional Dan Asuransi Syariah
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *